i love you my campus Selamat Datang di website Perpustakaan IAIN Raden Fatah Palembang-->
klik disini----->
-www.radenfatah.ac.id/
-perpus.radenfatah.ac.id/
Perpustakaan IAIN Raden Fatah Palembang
blog ini kami buat untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam mencari tugas kuliah, khususnya untuk para mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan
Mengenai Saya
- Mustamir Arifin
- HIKMAH hidup ku: "IKHLAS, SYUKUR, SABAR DAN TAWAKAL ADALAH PENOLONG HIDUP MU"
Sabtu, 31 Desember 2011
FUNGSI MANAJEMEN DAN IMPLEMENTASINYA PADA PERPUSTAKAAN
Tugas
FUNGSI MANAJEMEN DAN IMPLEMENTASINYA PADA PERPUSTAKAAN
oleh
Mustamir Arifin
09422017
Dosen pembimbing:
Herlinan SAg. SS. M.Hum
Jurusan Ilmu perpustakaan Fakultas Adab
Institut agama islam negeri raden fatah
Palembang
2011
1.Planning (perencanaan) yaitu Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya
2. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, termasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya. Dalam suatu perpustakaan tentunya ada banyak pustakawan,agar mereka bisa bekerja secara maksimal maka harus dibuat suatu bagan atau struktur organisasi yang mencantumkan perkerjaan mereka, dibagian apa para pustakawan tersebut bekerja agar kegiatan- kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan untuk tujuan pencapaian tujuan, dan tentunya pembagian tugas ini harus sesuai dengan kemampuannya.
3. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pimpinan harus memberi pengarahan kepada bawahan agar mereka bisa bekerja dengan baik sehingga tujuan yang diharapkan dari perpustakaan itu dapat tercapai.
4. Directing atau Commanding (pengarahan/ pembinaan kerja) adalah usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing- masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula. Pemimpin harus lebih banyak mengontrol pekerjaan yang dilakukan bawahan, hal ini dimaksudkan agar bawahan tidak lupa dengan tujuan yang ingin dicapai suatu perpustakaan.
5. Motivating (pemotivasian) yaitu pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan. Pimpinan seharusnya lebih mendekatkan diri kepada bawahan dan memberikan dorongan atau inspirasi kepada bawahan agar mereka mempunyai semangat dan merasa senang melakukan pekerjaan mereka masing masing, tanpa ada perselisihan pendapat.
6. Coordinating (pengkoordinasian) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Pimpinan harus bersikap adil kepada bawahan, sehingga mereka tidak merasa dibeda bedakan. Oleh karena itu dalam pembagian tugas harus disama kan atau diselaraskan untuk menghindari kekacauan.
7. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Seperti dalam perpustakaan IAIN ini, sudah banyak alat yang ada, dan sedikit demi sedikit alat alat tersebut diterapkan dalam mengelola perpustakaan ini, karena perpustakaan ini ingin mencapai tujuan yang direncanakan semula.
8. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan. Setiap kegiatan yang dilakukan dalam perpustakaan atau suatu organisasi harus dibuat laporan, agar kita bisa tahu apakah bulan ini lebih baik dari bulan lalu ataupun sebaliknya.
9. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitupenyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberidaya guna maksimal kepada organisasi. Pemimpin harus tahu kemampuan pegawainya sebelum melakukan penyusunan staf, bila perlu lakukan pelatihan dan pemantapan lingkungan kerja.
10.Forecasting (peramalan) adalah meramalkan, memproyeksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan. Sebelum melakukan atau menerapkan suatu pekerjaan maka pimpinan harus lebih memantapkan atau memikirkan apa yang akan terjadi jika rencana tersebut dilakukan, apakah banyak baiknya atau buruknya bagi perpustakaan yang ia pimpin.
11. Actuating yaitu Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Suatu rencana sebaik apapun jika pelaksanaannya tidak baik maka rencana tersebut tidak akan berhasil, jadi dalam hal ini rencana ataupun pelaksanaan harus sebanding atau sejalan. Contohnya suatu perpustakaan mempunyai rencana untuk melakukan otomasi tapi tidak dibarengi dengan pelaksanaan, maka rencana tersebut hanya sia sia saja.
12. budgeting (anggaran) pembuatan anggaran, berbagai kebutuhan dan sumber perpustakaan dapat ditinjau dan dinilai. Dalam melakukan penganggaran ini hendaknya pemimpin ikut andil mencari sumber dana untuk membiayai kebutuhan perpustakaan ataupun penggunanya.
13. Innovating yaitu berupa penelitian, pengembangan, dan / atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi. Contohnya seperti penerapan sistem otomasi kedalam perpustakaan, agar pelayanan atau pengolahan perpustakaan menjadi lebih mudah dan praktis.
14. Representing yaitu berupa adanya kesamaan dalam hal pengerjaan tugas. Contohnya dalam bagian referensi, pegawai A melakukan pelayanan peminjaman sedangkan pegawai B melakukan pelayanan perpanjangan kartu, jadi mereka sama sama melakukan pekerjaan dibagian referensi.
15. Assembling yaitu pengurutan-pengurutan dalam hal kegiatan yang berhubungan dengan manajemen itu sendiri. Misalnya diperpustakaan, sebelum melakukan pengolahan tentunya kita melakukan pengadaan buku buku dulu, melakukan pemesanan sehingga kegiatan itu dapat dilaksanakan sesuai urutannya.
16. Resources yaitu pemanfaatan sumber daya yang ada, baik itu SDA atau SDM sehingga terjadi ketepatgunaan. Misalnya mereka memanfaatkan tenaga kerja yang ada diperpustakaan tersebut untuk mencapai keberhasilan, OB misalnya, bisa di manfaatkan untuk membantu dibagian penyusunan buku di rak, dll.
17. Communication yaitu merupakan suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Misalnya pustakawan atau bawahan mempunyai ide untuk memperbaiki keadaan perpustakaannya, pustakawan tersebut menyampaikann idenya kepada pimpinan agar pimpinannya setuju dengan ide yang dimilikinya.
18. Decision Making
Dicision Making merupakan fungsi manajemen yang dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final . Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan. Misalnya pimpinan perpustakaan mengadakan rapat atau diskusi kepada pustakwan atau bawahannya untuk menetapkan apakah perpustakaan ini akan menggunakan sistem manual atau sistem otomasi, keputusan yang disepakati itulah yang disebut decision making.
19. Improving
Improving adalah salah satu fungsi manajemen dalam hal peningkatan mutu kegiatan, kepemimpinan, kerjasma, dan lain-lain. Dalam perpustakaan besar atau terkenal tentunya banyak sekali hal yang telah dilakukan untuk membuat perpustakaan tersebut menjadi perpustakaan yang bermutu tinggi, dan untuk mencapai itu mereka pasti melakukan kerja sama dengan perpustakaan bertaraf internasional sehingga mereka bisa meningkatan kegiatan atau kepemimpinan diperpustakaannya.
Minggu, 25 Desember 2011
PENGANTAR ILMU PERPUSTAKAAN
PENGANTAR ILMU PERPUSTAKAAN
A. Pengertian ilmu perpustakaan
Ilmu perpustakaan terdiri dari dua suku kata yaitu, ilmu (science) dan perpustakaan (library). Library berasal dari bahasa yunani “biblia” artinya tentang buku, dalam bahasa Indonesia perpustakaan adalah pustaka.
Perpustakaan adalah suatu tempat, atau gedung, atau ruangan atau sejumlah ruangan atau sebuah institusi, yang berisi koleksi hasil karya manusia baik berupa buku ataupun non buku, atau cetak ataupun non cetakyang disusun secara sistematis, dipelihara dengan baik dan diperuntukkan bagi pemustaka atau user, yang bertujuan untuk studi riset maupun ilmiah dan bukan untuk diperjual-belikan.
Pemustaka atau user adalah oarang-orang yang memanfaatkan atau menggunakan bahan pustaka. Sedangkan pustakawan adalah pengolah atau seseoarang yang memiliki kompetensi dibidang pustaka yang mengabdi di perpustakaan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan ataupun informasi.
Sebuah karya atau koleksi diperpustakakan dibedakan menjadi dua yaitu koleksi cetak dan koleksi non cetak (koleksi digital). Koleksi cetak seperti, buku-buku, majalah, jurnal, peta dan lain-lain yang pemanfaatannya secara bebas, dan koleksi noncetak seperti, rekaman, micro memory card, digital slide, cd-rom, dan lain-lain yang pemanfaatannya sangat terbatas.
B. Syarat-syarat perpustakaan
a. Ada koleksi
b. Tempat yang representatif
c. Ada orang yang mengolahnya
C. Tujuan perpustakaan
a. Mencerdaskan kehidupan bangsa
b. Memberikan pelayanan, pengetahuan dan informasi
c. Pendidikan, rekreasi, warisan budaya, serta sarana penelusuran karya manusia
D. Fungsi perpustakaan
a. Sumber informasi
b. Tempat belajar sumber hidup
c. Penyebaran pengetahuan
d. Simpan karya manusia
e. Rekreasi
f. Budaya
g. Pusat penelitian
E. Peran perpustakaan
a. Menjadi media antara user dengan koleksi sebagai sumber pengetahuan
b. Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta membangkitkan kesadaran pentingnya belajar
c. Mengmbangkan komunikasi antara user dan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi.
d. Motivasi, mediator, fasilitator, bagi pemakai dlam mencari, memanfaatkan dan mengembangkan IPTEK dan pengalaman hidup
e. Berperan sebagai agen perubahan atau pengembangan dan kebudayaan manusia
F. Jenis perpustakaan
a. Perpustakaan internassional
b. Nasional
c. Umum
d. Khusus
e. Sekolah
f. Perguruan tinggi
g. Pribadi
G. Kegiatan yang ada di setiap perpustakaan
a. Pengolahan
b. Pengadaan
c. Pelayanaan
d. Pelestarian
H. Perpustakaan yang ideal
a. Lokasinya yang strategis
b. Lingkungan dan fasilitas
c. Koleksi harus disusun dan dikelolaberdasarkan peraturan perpustakaan yang berlaku
d. Staf dan pustakawan berperan aktif dalam usaha memenuhi kebutuhan informasi pengguna dan informasi lain
e. Jasa yang diberikan oleh perpustakaan mulai dari jasa peminjaman , jasa rujukan, sampai kejasa informasi.
f. Pameran dan peragaan
g. Petunjuk dan paduan
Daftar Pustaka
Sulistiyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
AYAT-AYAT AL QURA’AN DAN HADITS NABI SAW TENTANG PERPUSTAKAAN
1. Memelihara koleksi perpustakaan sama hal nya dengan oarang-orang terdahulu memelihara Kitab-kitab Allah, sebagaimana dijelaskan dalam ayat Al Quraan di bawah ini:
!$¯RÎ) $uZø9t“Rr& sp1u‘öqG9$# $pkŽÏù “W‰èd Ö‘qçRur 4 ãNä3øts† $pkÍ5 šcq–ŠÎ;¨Y9$# tûïÏ%©!$# (#qßJn=ó™r&tûïÏ%©#Ï9 (#rߊ$yd tbq–ŠÏY»/§9$#ur â‘$t6ômF{$#ur $yJÎ/ (#qÝàÏÿósçGó™$# `ÏB É=»tFÏ. «!$# (#qçR%Ÿ2urÏmø‹n=tã uä!#y‰pkà 4 Ÿxsù (#âqt±÷‚s? }¨$¨Y9$# Èböqt±÷z$#ur Ÿwur (#rçŽtIô±n@ ÓÉL»tƒ$t«Î/ $YYyJrO WxŠÎ=s% 4`tBur óO©9 Oä3øts† !$yJÎ/ tAt“Rr& ª!$# y7Í´¯»s9'ré'sù ãNèd tbrãÏÿ»s3ø9$# ÇÍÍÈ
44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. ( QS:Al Maidah: 44)
2. Perpustakaan memberikan kebutuhan informasi pemakai, karena perpustakaan menyediakan koleksi yang berisi bahan-bahan rujukan, memberikan pengajaran dan ilmu pengetahuan serta tempat belajar sumber hidup. Sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat Al Quran di bawah ini:
.....4 tAt“Rr&ur ª!$# šø‹n=tã |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur šyJ©=tãur $tB öNs9 `ä3s? ãNn=÷ès? 4 šc%x.ur ã@ôÒsù«!$# y7ø‹n=tã $VJŠÏàtã ÇÊÊÌÈ
113. .....dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab dan Hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. (Qs: An Nissa: 113)
3. Permulaan turunnya wahyu, Allah memerintahkan Rasul agar mampu membaca. Sebagai sumber informasi, maka perpustakaan berperan penting dalam meningkatkan minat baca dan mewajibkan membaca. Karena membaca adalah tempat belajar sumber hidup.
Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw. ia berkata:
Wahyu pertama yang diterima Rasulullah adalah mimpi yang benar. Setiap kali beliau bermimpi, mimpi itu datang bagaikan terangnya Subuh. Kemudian beliau sering menyendiri. Biasanya beliau menyepi di gua Hira'. Di sana, beliau beribadah beberapa malam, sebelum kembali kepada keluarganya (istrinya) dan mempersiapkan bekal untuk itu. Kemudian beliau pulang ke Khadijah, mengambil bekal lagi untuk beberapa malam. Hal itu terus beliau lakukan sampai tiba-tiba wahyu datang ketika beliau sedang berada di gua Hira'. Malaikat (Jibril as.) datang dan berkata: Bacalah. Beliau menjawab: Aku tidak dapat membaca Rasulullah saw. bersabda: Malaikat itu menarik dan mendekapku, hingga aku merasa kepayahan. Lalu ia melepaskanku seraya berkata: Bacalah. Aku menjawab: Aku tidak dapat membaca. Dia menarik dan mendekapku lagi, hingga aku merasa kepayahan. Kemudian ia melepaskan sambil berkata: Bacalah. Aku menjawab: Aku tidak dapat membaca. Dan untuk yang ketiga kalinya ia menarik dan mendekapku sehingga aku merasa kepayahan, lalu ia melepaskanku dan berkata: Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak ia ketahui. Rasulullah saw. pulang membawa ayat tersebut dalam keadaan gemetar, hingga beliau masuk ke rumah Khadijah seraya berkata: Selimuti aku, selimuti aku! Keluarganya pun menyelimutinya, hingga gemetarnya hilang. Kemudian beliau berkata kepada Khadijah: Hai Khadijah, apa yang telah terjadi denganku? Lalu beliau menceritakan seluruh peristiwa. Beliau berkata: Aku benar-benar khawatir terhadap diriku. Khadijah menghibur beliau: Jangan begitu, bergembirahlah. Demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya. Demi Allah, sungguh engkau telah menyambung tali persaudaraan, engkau jujur dalam berkata: engkau telah memikul beban orang lain, engkau sering membantu keperluan orang tak punya, menjamu tamu dan selalu membela kebenaran. Kemudian Khadijah mengajak beliau menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, saudara misan Khadijah. Dia adalah seorang penganut Kristen di masa Jahiliyah. Dia pandai menulis kitab berbahasa Arab dan menerjemahkan kitab Injil ke bahasa Arab, sesuai dengan kehendak Allah. Dia telah tua dan buta. Khadijah berkata kepadanya: Paman, dengarkanlah cerita keponakanmu ini (Muhammad). Waraqah bin Naufal berkata: Hai keponakanku, apa yang engkau alami? Rasulullah saw. menceritakan semua peristiwa yang beliau alami. Mendengar penuturan itu, Waraqah berkata: Ini adalah Namus (Jibril as.) yang dahulu datang kepada Musa as. Seandainya saja di saat kenabianmu aku masih muda. Oh... seandainya saja aku masih hidup pada saat engkau diusir oleh kaummu. Rasulullah saw. bertanya: Apakah mereka akan mengusirku? Waraqah menjawab: Ya, setiap orang yang datang mengemban tugas sepertimu pasti dimusuhi. Jika harimu itu sempat kualami, tentu aku akan membelamu mati-matian. (Shahih Muslim No.231)
4. HADITS NABI MUHAMMAD SAW TENTANG PERINTAH UNTUK MEMBACA DAN MENCARI ILMU PENGETAHUAN
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Alloh akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Alloh untuk membaca Kitabulloh dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Alloh akan menyelimuti mereka, dan Alloh memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya.” (Hadits dengan redaksi seperti ini diriwayatkan oleh Muslim)
HaditsWeb disusun oleh Sofyan Efendi sejak tanggal 27 Maret 2006
Langganan:
Komentar (Atom)
